Page 16 - Gema Petra Edisi 122

Basic HTML Version

N
atal merupakan salah satu momen
yang paling dinantikan oleh
seluruh umat kristiani di seluruh
dunia, tak terkecuali oleh keluarga besar
PPPK Petra. Pada momen Natal ini, kita
sebagai umat kristiani selalu diingatkan
akan karya kasih Allah dalam melawat
umat-Nya melalui kedatangan Tuhan
Yesus Kristus ke dunia. Dia datang untuk
menerangi dunia ini yang membelenggu
manusia dalam bayang-bayang
kegelapan. Sudah selayaknyalah, kita
sebagai umat percaya, meneladani apa
yang telah Tuhan ajarkan kepada kita,
yaitu menjadi terang dan berbagi kasih
kepada sesama.
Pada tanggal 15 Desember 2016
lalu, PPPK Petra mengadakan perayaan
Natal yang bertempat di Auditorium
PPPK Petra, Jalan Lingkar Dalam Barat
Perumahan Graha Famili, Surabaya.
Perayaan Natal ini dihadiri oleh seluruh
guru, karyawan, jajaran eksekutif, dan
Dewan Pengurus PPPK Petra. Pukul
17.00, acara didahului oleh sambutan
Ketua I Dewan Pengurus PPPK Petra,
Dr. Ir. J. Heryanto, MS, MBA, dan doa
pembukaan, sebelum masuk ke acara
inti.
Petra Youth Orchestra
tampil
mulai dari awal acara sebagai pengiring
musik dalam acara perayaan Natal ini.
Penampilan persembahan talenta dari
para siswa PPPK Petra, dikolaborasikan
dalam sebuah operet untuk
menyampaikan pesan Natal yang sesuai
dengan tema acara, yaitu "Bangkitlah,
Menjadi Terang!" Penampilan kolintang,
perkusi,
cantoria
,
dance
, dan tidak
ketinggalan,
Petra Children Choir
,
sungguh menarik perhatian semua orang
yang menghadiri perayaan tersebut.
Renungan firman Tuhan diambil
dari Yesaya 60:1, "
Bangkitlah, menjadi
teranglah, sebab terangmu
datang, dan kemuliaan
TUHAN terbit atasmu.
" Pdt.
Wahyu Pramudya, M.Th.
juga menambahkan bahwa
kita haruslah menjadi
terang di dalam semua
keadaan. Sedikit contoh yang
sempat ia bagikan adalah
pengalaman ketika sedang di
sebuah SPBU. Saat mengisi
bensin di SPBU tersebut, ia
mendapati seorang penjual
kue yang membuat hatinya tergerak
untuk membeli sebagian besar kuenya.
Namun saat hendak membayar bensin
dan kue, ia menyadari kalau ternyata
dompetnya ketinggalan. Setelah
bercakap dengan petugas SPBU, si
penjual kue mendengar kalau Pdt.
Wahyu adalah seorang pendeta, dan
akhirnya meminjami ia uang untuk
membayar bensin. Awalnya ia
bermaksud untuk membantu
si penjual kue dengan membeli
kuenya, akan tetapi... malah ia yang
akhirnya dibantu oleh si penjual kue.
Maksud dari cerita ini adalah siapa pun
bisa menjadi terang bagi sesama. Kita
pun juga dapat menjadi terang bagi
sesama, sama seperti kerlip lampu
Natal, yang meskipun kecil, namun tetap
memancarkan terang dan memberi
dampak (keindahan). Inilah pesan
Natal yang bisa kita
renungkan dan
refleksikan dalam
kehidupan kita
sehari-hari sebagai
anak-anak Tuhan.
Tuhan memberkati.
Perayaan Natal PPPK Petra 2016