Page 5 - Gema Petra Edisi 123

Basic HTML Version

M
entoring
merupakan program kegiatan
yang digalakkan di lingkungan sekolah PPPK
Petra, dengan tujuan agar terjalin kedekatan
hubungan antara siswa dan wali kelas, siswa dan mentor,
serta siswa dan siswa. SMA Kristen Petra 3 melaksanakan
kegiatan
mentoring
pada setiap hari Jumat, bergantian
dengan pelaksanaan persekutuan doa, sehingga
hubungan yang harmonis dapat terjalin di antara warga
sekolah. Melalui
mentoring
yang dilakukan, baik di dalam
kelas maupun di luar kelas, hubungan keterdekatan
pribadi akan terbentuk, dan potensi yang dimiliki
oleh siswa akan diketahui serta dapat dikembangkan.
Pembelajaran tentang materi ”Kesetimbangan Kimia”
dapat dilakukan di luar kelas dalam bentuk
games
untuk
menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif,
kreatif, dan menyenangkan. Lapangan olahraga yang
ada di sekolah, dapat juga digunakan sebagai media
pembelajaran untuk menerangkan teori.
Mentoring
H
ari Jumat pada minggu terakhir,
tepatnya tanggal 26 Januari 2017,
diselenggarakan Persekutuan
Doa (PD)Bersama di aula SMP Kristen
Petra 4, layaknya ibadah di gereja. PD
ini mengambil tema “Bersukacitalah
dan Pujilah Tuhan Hai Jiwaku“. Pukul
07.00, seluruh warga sekolah dari SMP
Kristen Petra 4 mulai berkumpul untuk
memuliakan nama Tuhan. Sebelum
mendengarkan firman Tuhan, para murid
diajak untuk berdoa dan memuji Tuhan.
Dalam PD tersebut, Pdt. Anggraini
Mahardini Tinupikso, S,Si. mengawali
dengan memutarkan video “
Letter
of God
”. Dalam video itu, Tuhan
menyampaikan bahwa Ia sangat
mengasihi manusia, Ia juga selalu
memelihara umat-Nya dan menuntun
mereka sejak berada dalam kandungan
ibunya. Pada akhir video, Tuhan
menanyakan: “Apakah kau mau menjadi
anak-Ku?” Kasih Allah sangat besar
bagi anak-Nya, Ia mau mengorbankan
nyawa-Nya bagi manusia, dan kasih-
Nya tak terbatas. Oleh karena itu, kita
harus berterima kasih dan mengucap
Terima Kasih, Tuhan!
syukur atas kasih-Nya. Bagaimana
caranya? Ada banyak cara, tetapi tak
sedikit dari kita yang enggan atau sulit
untuk melakukannya, di antaranya
adalah dengan selalu memuliakan
Tuhan, mengucap syukur, rajin membaca
Alkitab, berdoa, dan sebagainya.
Beberapa cara tersebut memang
sudah kita lakukan, tetapi apakah kita
melakukannya dengan sepenuh hati?
Nah, kita harus merenungkan jawaban
dari pertanyaan ini, karena kita kadang
tak sadar bahwa kita hanya sekadar
melakukannya sebagai formalitas,
dan kita sering melakukan hal yang
menyimpang. Hal yang menyimpang,
misalnya adalah saat ibadah kita masih
sering berbicara dengan teman atau
bermain ponsel, dan mengabaikan
firman Tuhan.
Oleh karena itu, kita harus mengubah
kebiasaan buruk kita, serta berterima
kasih kepada Tuhan atas anugerah dan
bimbingan-Nya selama ini. Tentunya
dengan sepenuh hati...!
oleh: Maurent Lavena S.
05