Page 13 - Gema Petra Edisi 127

Basic HTML Version

Kibarkan Benderamu
13
U
ntuk memperingati
Hari Kemerdekaan
Indonesia,
SMA Kristen Petra 2
melaksanakan upacara
bendera pada tanggal 17
Agustus 2017. Upacara
bendera yang dilaksanakan
ini berbeda seperti
biasanya. Dalam upacara
ini, terdapat barisan paskibra
(pasukan pengibar bendera)
yang terdiri atas barisan 17
di bagian depan, dilanjutkan
dengan barisan pengibar
bendera yang beranggotakan
8 orang, dan di bagian terakhir
terdapat barisan 45. Siswa-
siswi SMA Kristen Petra 2
melaksanakan upacara dengan
penuh semangat dan tertib.
Selain menyanyikan lagu
wajib “Indonesia Raya”,
kami juga menyanyikan lagu
“Gebyar-gebyar”, “17 Agustus”, dan
“Indonesia Pusaka”.
Kegiatan untuk memperingati hari
kemerdekaan di SMA Kristen Petra 2
dilanjutkan pada tanggal 18 Agustus
2017. Pada tanggal itu, diadakan jalan
gembira dan beberapa lomba yang
meriah. Jalan gembira diikuti dengan
antusias oleh semua guru dan siswa.
Sebelum dimulai,
cheers
juga sempat
menampilkan tarian untuk menghibur
para partisipan jalan gembira. Untuk
lomba, panitia membagi tim lomba
tersebut dari tim A hingga tim I. Satu tim
terdiri atas 3-4 kelas.
Yang pertama ada
lomba estafet. Panitia
mewajibkan dalam
setiap tim ada lima
siswa dan satu guru.
Lomba estafet ini dimulai dari
makan kerupuk, mengambil koin,
memasukkan paku ke dalam botol, dan
pada tahap terakhir tiap tim memainkan
lompat tali secara bersama-sama. Tim
yang selesai terlebih dahulu adalah
pemenangnya. Tujuan diadakan lomba
ini adalah untuk mengukur kekompakan
antarkelas ataupun antara siswa dan
wali kelasnya.
Lomba yang kedua adalah lomba
tarik tambang. Lomba ini diadakan
di lapangan belakang. Walau panas
matahari menyengat, hal itu tidak
membuat maprada patah semangat
dan malas mengikuti lomba ini.
Maprada malah berdatangan dengan
semangat membara. Para peserta
sudah membawa sarung tangan dari
rumah. Satu tim mengajukan enam
orang untuk bertanding, sisanya yang
sudah mendaftar bisa saling bergantian
pada ronde selanjutnya. Lomba tarik
tambang berjalan dengan sangat seru
dan menegangkan. Para suporter
berteriak-teriak untuk menyemangati
kelas mereka masing-masing. Selain
mengukur kekuatan tiap tim, lomba ini
juga bertujuan mengukur kekompakan
dan sportivitas setiap tim.
Lomba yang ketiga adalah lomba
belut. Lomba belut diadakan di
lapangan belakang, juga dengan tak
kalah meriahnya. Tiap
tim diwakili oleh tiga
orang anggotanya
untuk bermain. Peserta
harus membawa belut
dari ember pertama
untuk dipindahkan
ke ember kedua.
Pada saat permainan
berlangsung, banyak
belut yang jatuh
karena belut-belut
tersebut licin.
Jadi mekanisme
permainannya,
setiap tim diberi
waktu tiga menit
untuk memindahkan
belut. Tim tercepat yang berhasil
memindahkan semua belut adalah
pemenangnya. Tujuan lomba ini adalah
melatih kekompakan dan kesabaran
anggota tim.
Lomba yang keempat adalah
dodge
ball
. Dalam lomba ini, tiap tim diwakili
oleh sepuluh orang anggotanya.
Kedua tim yang bertanding harus
saling menyerang/melempar bola. Jika
serangan/lemparan bola secara langsung
(bukan bola pantulan) mengenai daerah
dada hingga lutut seorang anggota tim,
dia pun dinyatakan gugur dan keluar
dari daerah permainan.
Eitsss,
tenang...
bola yang dipakai adalah bola voli,
kok!
Jadi masih aman jika mengenai badan
pemain. Sekali pertandingan diberi
waktu sepuluh menit. Tim yang masih
memiliki anggota terbanyak setelah
waktu berakhir adalah pemenangnya.
Lomba yang terakhir adalah lomba
masak dan MGT (
Maprada Got Talent
).
Peserta lomba tidak berdasarkan pada
tim yang telah ditetapkan sebelumnya,
tetapi peserta lomba dapat memilih tim
mereka sendiri. Untuk lomba masak, tim
beranggotakan dua orang. Sedangkan
peserta untuk MGT, bisa individual
ataupun kelompok (maksimum enam
orang). Menu masakan yang dilombakan
adalah jajan pasar (jajan tradisional).
Tujuan lomba ini adalah untuk menggali
potensi dan mengasah kemampuan
nonakademis siswa-siswi SMA Kristen
Petra 2.
Selain lomba-lomba yang meriah,
ada juga kegiatan bazar yang menjual
bermacam makanan dan minuman.
Bazar tersebut disambut dengan
antusias oleh semua siswa, baik yang
membuka stan maupun yang menjadi
pembeli. Yang terakhir, kita patut
bersyukur atas kemerdekaan yang Tuhan
telah berikan kepada bangsa Indonesia,
yang bisa ditunjukkan dengan mengikuti
upacara bendera dan acara-acara
kemerdekaan seperti ini.
Kobarkan Semangatmu