Page 16 - Gema Petra Edisi 127

Basic HTML Version

16
INTERNATIONAL JUNIOR
MATH OLYMPIAD
O
limpiade Matematika Junior
Internasional (IJMO) adalah
kompetisi Matematika bertaraf
internasional yang diadakan pada
setiap tahun di berbagai negara di Asia,
untuk mendorong potensi dan bakat
para
young mathematicians
di setiap
negara peserta SASMO (
Singapore
and Asian Schools Math Olympiad
).
IJMO memberdayakan siswa dengan
pemahaman konseptual yang mendalam
sehingga memungkinkan para siswa
untuk menerapkan keterampilan
logis dan analitis tingkat tinggi
untuk memecahkan masalah bidang
Matematika yang menantang.
Pada tanggal 11‒15 Agustus 2017,
saya, Kenneth Tanudjaja dari SMP
Kristen Petra 1, bersama dengan
rombongan dari Indonesia, berada di
Kamboja untuk mengikuti IJMO 2017.
Ini adalah pengalaman berharga bagi
saya, yang mana saya bisa pergi ke suatu
negara untuk mengikuti lomba dengan
berbekal keyakinan yang tinggi, karena
setiap peserta dari negara-negara lain
pasti sudah mempersiapkan segala
sesuatunya dengan baik, begitu pun
saya. Pada tanggal 12 Agustus 2017,
tepat pukul 08.00 waktu setempat,
para peserta olimpiade diminta untuk
mengerjakan soal-soal. Walaupun
cuaca saat itu sangat panas, saya sangat
bersemangat dalam mengerjakan soal-
soal tersebut. Soal-soal yang begitu
banyak tidak mematahkan niat saya
untuk berjuang. Saya melihat lawan-
lawan saya dari berbagai negara,
mereka sangat antusias mengikuti
perlombaan ini, jadi saya pun tidak
boleh kalah. Dengan kecermatan
dan ketelitian, saya berusaha
semaksimal mungkin. Berdoa adalah
hal penting yang pasti saya lakukan
agar segala sesuatu yang saya kerjakan
bisa mendapatkan hasil yang maksimal
tentunya. Waktu yang disediakan oleh
panitia sudah habis, itu tandanya kami
harus menghentikan pekerjaan, dan
harap-harap cemas menantikan hasilnya.
Pada hari berikutnya, 13-14 Agustus
2017, seluruh peserta diajak untuk
mengikuti tur budaya. Kami dikenalkan
dengan budaya yang ada di Kamboja.
Karena mayoritas penduduk Kamboja
memeluk agama Buddha, jadi tak heran
jika banyak tempat wisata yang berupa
candi Buddha. Saya sangat senang bisa
mengikuti kegiatan ini. Pengetahuan
umum saya akan negara Kamboja jadi
bertambah. Bukan hanya Indonesia saja
yang budayanya beragam, di Kamboja
pun sama. Tari-tarian yang begitu indah
menghanyutkan kami larut dalam alunan
musik dan sejenak membuat kami
melupakan kompetisi yang kami jalani.
Hari yang dinantikan pun tiba.
Deg..
deg.. deg...
hati saya berdebar-debar
setelah penantian selama
dua hari.
Closing ceremony
pun dimulai. Setelah selesai
sambutan dari Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan
Kamboja, nama-nama
pemenang pun dibacakan,
dimulai dari yang mendapat
perunggu, dan nama
saya...”
Kenneth Tanudjaja
from Indonesia!
Waaahhh...
jantung saya berdegup
kencang. Saya sangat berharap bisa
meraih
silver medal
, namun Tuhan
sudah merencanakan pasti yang terbaik
untuk saya. Walaupun tidak sesuai
dengan target saya waktu itu, namun
saya menerima semuanya dengan
penuh sukacita dan syukur. Tak lupa,
saya mengucapkan terima kasih kepada
kedua orang tua yang selalu mendukung
dan mendoakan saya, begitu pula
dengan sekolah saya tercinta. Mimpi
yang awalnya hanya sekadar mimpi
bisa mengikuti perlombaan ajang
internasional... ternyata bisa menjadi
kenyataan.
Suatu pengalaman berharga bagi saya
bisa mengenal para peserta dari negara
lain dengan budaya, latar belakang, suku,
agama, ras yang berbeda. Kami bersatu
sebagai saudara di ajang perlombaan
tersebut. Ketika salah satu dari kami
berhasil ataupun belum berhasil, kami
tetap bersatu sebagai sesama siswa untuk
menjadi generasi penerus negara kami
masing-masing. Dan bagi siapa pun yang
merasa bisa ataupun memiliki talenta,
jangan takut untuk bermimpi. Karena
awal dari kesuksesan adalah berawal dari
mimpi serta kegagalan-kegagalan yang
tertunda. Tetap semangat dan jangan
pernah menyerah walaupun itu tidak
sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Do
the best, and God will help us. Whatever
we do... only to glorify God’s name!