Page 10 - Gema Petra Edisi 131

Basic HTML Version

Pelatihan Guru Pengajar
Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains
(EMS Teachers Training)
Eko Jatmiko
Staf Puslitbang PPPK Petra
TESTIMONI KELAS MATEMATIKA
Maria Sifera Mumba (guru kelas – SD Kristen Petra
5):
“Kesan saya selama mengikuti pelatihan EMS itu
sangat menyenangkan. Pertama, saya mendapat lebih
banyak perbendaharaan kata dalam kehidupan sehari-
hari dalam bahasa Inggris. Kedua, saya mendapatkan
pengalaman mengajar sesuai dengan bidang studi
yang saya ajarkan (Matematika), yaitu dalam
pemahaman konsep yang memang perlu dibagikan
dan diajarkan kepada siswa, baik dalam bahasa Inggris
maupun bahasa Indonesia (bilingual). Ketiga, saya juga
dapat memahami cara mengajar Matematika dengan
bahasa Matematika yang memang belum saya ketahui.
Selain itu, saya mendapatkan konsep-konsep yang
menjadikan pemahaman Matematika menjadi lebih
mudah.”
TESTIMONI KELAS SAINS
Maria Ana (guru kelas – SD Kristen Petra 1):
“Pada awalnya saya merasa sangat kesulitan belajar
bahasa Inggris, namun lambat laun melalui aktivitas
pembelajaran yang menyenangkan, saya mulai mampu
meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya.
Pada pelatihan ini, saya mendapatkan banyak materi
pelajaran Sains yang selama ini kelihatan biasa, namun
bisa diajarkan melalui metode yang sangat menarik
dan menyenangkan. Saya juga dapat melakukan
eksperimen-eksperimen sains yang menyenangkan
dan menarik. Pelatihan ini memperkaya wawasan saya
tentang bagaimana mengajarkan Sains dalam bahasa
Inggris dengan cara yang menarik dan bervariasi.”
TESTIMONI KELAS BAHASA INGGRIS
Alninda Ramandani (guru Bahasa Inggris
– TK Kristen Petra 5):
“Menurut saya,
pelatihan EMS ini sangat bermanfaat
karena kita jadi disegarkan lagi
tentang materi
grammar
dan
teori-teori bahasa Inggris. Hal yang
lebih penting adalah bahwa kita
sebagai guru dapat belajar berbagai
metode dan teknik mengajar yang
menyenangkan dan
engaging
,
sehingga sebagai guru, secara
pribadi saya juga merasa
termotivasi untuk membuat
aktivitas-aktivitas yang menarik
bagi siswa saya.”
P
ada saat ini, tidak ada seorang pun yang bisa
mengingkari pentingnya bahasa Inggris dalam
kehidupan kita sehari-hari. Kita harus mampu
berbahasa Inggris untuk mengembangkan diri saat kita
bepergian ke negara lain dan bekerja di lingkungan
global, yang mengharuskan kita menganggapnya
sebagai bahasa kedua kita dan mulai belajar sedini
mungkin. Meskipun anak-anak sudah mempelajari
bahasa Inggris, namun mereka sering hanya berkutat
dengan materi kurikuler, tanpa memperhatikan
penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-
hari. Sehingga tidak jarang kita melihat bagaimana
belajar bahasa Inggris ini hanya dilakukan pada
saat jam pelajaran Bahasa Inggris. Mendorong dan
mempromosikan kemampuan berbahasa Inggris
sebagai bagian pendidikan siswa harus dipandang
sebagai kebutuhan dan kemampuan yang harus
dikembangkan sejak awal, mengingat bahwa belajar
bahasa Inggris sejak usia dini merupakan waktu yang
terbaik. Anak-anak memiliki kapasitas yang besar
untuk menyerap bahasa dan meniru suara. Mereka
sangat spontan dan tidak memiliki perasaan canggung
untuk merasa malu untuk mencoba. Hal ini membuat
mereka tidak merasa terhambat saat berbicara dan
berlatih bahasa Inggris.
Mengekspos siswa dengan bahasa Inggris harus
semaksimal mungkin dan dilakukan dengan cara
yang sama pada saat mereka belajar bahasa ibu.
Pada saat belajar bahasa Inggris, mereka juga dapat
mengembangkan keterampilan lainnya secara
bersamaan, yang meliputi: kemampuan bahasa
dan kemampuan verbal, kreativitas, keterampilan
memecahkan masalah, serta kemandirian dan otonomi
yang lebih besar. Seorang anak yang fasih berbahasa
Inggris, memiliki peluang karier yang lebih besar pada
masa depan, mendapatkan otonomi dan kebebasan
untuk berkeliling dunia, meningkatkan harga diri
mereka dan diperkaya dengan segala jenis pengalaman
pribadi untuk dapat berkomunikasi dengan orang-
orang dari negara dan budaya yang berbeda.
Pelaksanaan program ini juga didorong oleh dua hal
penting, yaitu: hasil FGD (Forum
Group Discussion
)
yang dilakukan
oleh PPPK Petra
dengan seluruh
stake holder
yang
mengharapkan
adanya pengajaran
bilingual di
sekolah-sekolah
Petra; dan hasil
angket yang
diperoleh dari
orang tua siswa
jenjang SD yang
mana kurang
lebih 90% orang
tua menyambut
dengan baik bila
pengajaran di
sekolah dilakukan
secara bilingual.
Dengan melihat latar belakang tersebut, PPPK Petra
mencanangkan pengajaran Matematika dan Sains
dengan menggunakan bahasa Inggris di jenjang
sekolah dasar, khususnya di kelas I dan II, pada tahun
ajaran 2017/2018 ini. Program ini diharapkan akan
menjadi langkah maju untuk meningkatkan kesadaran
dan mendorong kemampuan literasi dan bahasa
Inggris siswa.
Program mengajar Matematika dan Sains dalam
bahasa Inggris ini tidak akan berjalan dengan baik dan
berhasil mencapai tujuannya bila kompetensi guru
untuk menguasai bahasa Inggris sendiri dipertanyakan.
Apa yang bisa kita harapkan dari guru Matematika dan
Sains? Guru-guru yang bukan spesialis bahasa ini harus
mengatasi tuntutan ganda untuk mentransmisikan
konten dan juga bahasa. Apakah mereka dapat
menutupi bidang subjek mereka secara akurat dan
efektif? Oleh karena itu, untuk memahami program
ini, penting bagi kita untuk memahami persepsi,
pengetahuan, sikap, dan kesiapan para guru terhadap
pengajaran Matematika dan Sains dalam bahasa
Inggris.
Dengan alasan tersebut, PPPK Petra mengadakan
pelatihan guru pengajar Bahasa Inggris, Matematika
dan Sains, yang nantinya akan mengajar siswa dengan
menggunakan media pengantar bahasa Inggris.
Program pelatihan ini selanjutnya diberi nama Program
Pelatihan EMS. Untuk dapat bergabung dalam program
pelatihan ini, para guru paling tidak harus mempunyai
dua syarat utama, yaitu: kemauan untuk belajar
dan kemampuan bahasa Inggris yang memenuhi
standar yang telah ditetapkan. Proses seleksi guru
diawali dengan tes kemampuan bahasa Inggris
melalui tes TOEIC (
Test of English for International
Communication
) yang dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama dilakukan pada bulan Desember 2015.
Berdasarkan pada seleksi tahap pertama ini, diperoleh
96 orang guru dari jenjang TK, SD, dan SMP, dengan
nilai TOEIC di atas 400. Selanjutnya, diadakan kembali
seleksi tahap kedua melalui tes TOEIC pada tanggal 19
November 2016. Dari seleksi ini, 39 orang guru dari
jenjang TK dan SD dinyatakan lolos seleksi. Sehingga
jumlah keseluruhan dari hasil dua tahap seleksi
kemampuan bahasa Inggris tersebut adalah 96 orang
guru. Pada tanggal 18-19 November 2016, diadakan
tes wawancara untuk memastikan pemahaman dan
pandangan mereka terhadap program pelatihan
EMS ini. Pada akhirnya, secara keseluruhan guru
yang dinyatakan lolos dan bersedia untuk mengikuti
seleksi lanjutan pada program ini berjumlah 96 orang
guru dengan rincian 33 guru bahasa Inggris, 32 guru
Matematika, dan 31 guru Sains.
Seleksi lanjutan dilakukan dengan CEPT (
Cambridge
English Placement Test
) dan
speaking test
. Tes
ini bertujuan untuk menyeleksi kandidat dengan
kualifikasi bahasa Inggris yang tepat. Untuk pengajar
bahasa Inggris yang lolos, harus memiliki nilai minimal
CEPT A2 dan
speaking test
B1. Sedangkan untuk guru
Matematika dan Sains, nilai minimal CEPT A2 dan
speaking test
A2. Pada akhirnya, seleksi ini meloloskan
77 orang guru. Namun seiring berjalannya waktu, tiga
orang guru mengundurkan diri, sehingga tersisa 24
orang guru untuk kelas bahasa Inggris, 25 orang guru
untuk kelas Matematika, dan 25 orang guru untuk
kelas Sains.
Pelatihan dimulai pada tanggal 3 Februari 2017, dan
diadakan pada setiap hari Jumat dan Sabtu dengan
durasi enam jam. Namun seiring berjalannya waktu,
pelatihan pada hari Jumat dilakukan dengan durasi
empat jam, yaitu pukul 14.00‒18.00. Pelatihan ini
bertujuan membantu para guru untuk meningkatkan
kemampuan bahasa Inggris mereka, dapat
berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lebih
lancar, dan menggunakan bahasa Inggris sebagai
10