Page 14 - Gema Petra Edisi 131

Basic HTML Version

P
ada era globalisasi yang
sudah sedemikian menembus
batas-batas antarnegara,
siswa dituntut tidak hanya sekadar
menguasai bidang akademis, akan
tetapi juga dituntut untuk menjadi
kreatif dan inovatif, menguasai
teknologi, serta berjiwa mandiri
dalam menghadapi suatu masalah.
Pada kenyataannya, evaluasi dan
ujian di sekolah masih terfokus
pada penguasaan materi, belum
sepenuhnya mengarah pada
kreativitas dan inovasi, terlebih
life skill
anak. Hal ini menyadarkan
kita untuk juga memperhatikan
perkembangan kreativitas dan
inovasi para peserta didik kita.
Tentu saja kreativitas dan inovasi
juga belum cukup, sehingga perlu
ditambah sebuah pola pikir dan
perilaku yang mengarah pada
entrepreneurship
.
Begitu mendengar kata
Entrepreneurship
, sejenak
pikiran kita langsung mengarah
ke hal-hal yang segalanya
tentang bisnis. sebenarnya
tidaklah sepenuhnya demikian,
Pengertian
entrepreneurship
menurut Zimmerer adalah
proses mengidentifikasi,
mengembangkan dan membawa
visi ke dalam kehidupan, visi ini
dapat berupa ide-ide inovatif,
peluang atau cara-cara yang lebih
baik, efektif dan efisien dalam
mengolah dan menampilkan
sesuatu yang sederhana menjadi
yang bernilai.
Kebanyakan perusahaan-
perusahaan yang sedang
tumbuh dan bersifat inovatif
menunjukkan stimulus-stimulus
pada karyawannya menjadi orang-
orang yang berjiwa
entrepreneur
,
perusahaan-perusahaan sedang
mengembangkan program-
program
entrepreneurship
,
untuk mengembangkan para
entrepreneur
individual, sehingga
menimbulkan perubahan-
perubahan dramatik dalam
perusahaannya dan produksinya
dapat diterima oleh masyarakat.
Dunia
entrepreneurship
menghasilkan individu-individu
yang pantang menyerah, mandiri
dan inovatif.
Dengan demikian,
entrepreneurship
dapat diajarkan
di sekolah, bukan mengarahkan
siswa untuk menjadi seorang
pebisnis, namun siswa didorong
menjadi lebih kreatif dan inovatif
dalam melihat kondisi serta
kebutuhan sekitarnya, dan mampu
menciptakan sesuatu yang bernilai.
Pendidikan di sekolah mengajarkan
semangat dan jiwa kemandirian,
serta keterampilan kepada siswa,
sehingga mereka bisa berkembang
dan semakin matang dalam hal
keberanian mengambil risiko,
strategi mengatasi masalah,
kemampuan berkomunikasi, cara
mengubah ide menjadi sebuah
rencana dan karya nyata, serta
cara menangkap dan mengelola
sebuah peluang. Karakter dan
keahlian
entrepreneurship
menjadi
hal yang sangat penting untuk
dipelajari dan diterapkan pada
masa sekarang dan yang akan
datang.
SMP Kristen Petra 2 menyadari
hal itu, dan mencoba menangkap
peluang yang ada dari lingkungan
sekitar. Pada tahun ajaran
2017/2018, SMP Kristen Petra 2
memberikan pelajaran khusus
kepada para siswa tentang
entrepreneurship
yang dikemas
dalam bentuk pelajaran
Life Skills
,
di antaranya:
Art and Craft, Design,
Cooking,
dan
Technopreneur
.
Bentuk konkretnya dimulai dari
budi daya jamur, yang hasilnya
diolah menjadi
pizza
jamur, jamur
crispy,
dan
mushroom chicken ball
.
Itulah salah satu ide kreatif untuk
pengembangan masakan olahan
dari jamur. Beberapa contoh lain
adalah mendaur ulang bahan
bekas botol minuman menjadi
sebuah karya yang mempunyai
nilai jual, serta mendesain
berbagai ornamen pada kaus
dengan desain-desain yang kreatif.
Drs. Sugeng Widodo (guru SMP Kristen Petra 2)
Saya merasa bersyukur, pada tahun ajaran 2017/2018,
kami ditugaskan oleh SMP Kristen Petra 2 untuk belajar
melalui program kegiatan
entrepreneurship
yang diadakan
oleh PPPK Petra. Saya mengambil bagian di bidang grafis.
Entrepreneurship
mengajarkan karakter yang baik, tidak hanya
soal mengolah barang yang mempunyai
value creation,
tetapi
memberi saya semangat yang lebih lagi untuk mengajar dan
mendidik para siswa. Karena memandang masa depan, saya
percaya bahwa anak-anak didik saya nanti akan menjadi pribadi
yang tangguh dan sangup bersaing di masyarakat. Harapan
saya dengan mata pelajaran
entrepreneurship
SMP Kristen
Petra 2, akan lebih dikenal oleh masyarakat sebagai sekolah
yang mengajarkan kemandirian yang siap bersaing pada
masa depan, sekaligus menjadi sekolah yang
inspirative
dan
berprestasi.
Drs. Endang Sri Hartuti (guru SMP Kristen Petra 2)
Entrepreneurship
bagi saya adalah suatu pengetahuan baru
yang mana seseorang dapat memiliki ide atau kreativitas;
nilai tambah untuk mengembangkan keterampilan, yang
dapat memengaruhi seseorang atau lingkungannya sehingga
mendorong rasa ingin tahu, kemudian mencoba dan merasakan
manfaat bagi dirinya.
Naomi (siswa kelas IX-1)
Yang saya dapatkan dari kegiatan
entrepreneurship
adalah bisa
belajar banyak hal sehingga lebih peka, terampil, serta kreatif.
Saya bisa lebih memperdalam pengetahuan akan cara-cara
mengolah barang bekas menjadi barang yang bermanfaat dan
dapat dijual atau menghasilkan uang, serta mempelajari cara
mempromosikan barang-barang yang saya hasilkan.
Yosua (siswa kelas IX-2)
Dalam kegiatan
entrepreneurship,
saya memilih kelompok
Design
. Di kelas ini saya bisa belajar tentang membuat desain
suatu barang dengan memanfaatkan bahan-bahan yang sudah
ada di sekitar. Dari situ, saya memodifikasinya dengan kreatif
agar menjadi barang yang bernilai jual.
Michelle Swandy (siswa kelas IX-1)
Dalam kegiatan
entrepreneurship
yang saya ikuti, saya memilih
kelompok
Cooking
, karena sesuai
dengan hobi saya dan kegiatan ini
sangat menyenangkan. Salah satu
contohnya adalah kami belajar
membuat masakan olahan dari
bahan dasar jamur.
School for Entrepreneurship
di SMP Kristen Petra 2
Testimoni
14
Tim Entrepreneurship
SMP Kristen Petra 2