Page 16 - Gema Petra Edisi 131

Basic HTML Version

S
ungguh satu pengalaman yang luar biasa
mendapat kesempatan untuk berkunjung dan
belajar di
3dsense Media School,
Singapura, pada
tanggal 16‒18 Agustus 2017 yang lalu. Dalam kegiatan
ini, banyak hal yang dipaparkan sehingga membuka
cakrawala pandangan kami tentang perkembangan
dunia industri kreatif pada masa depan. Tidak dapat
dipungkiri, teknologi akan terus berkembang, dan
diproyeksikan bahwa hampir semua hal pada masa
depan akan tampil dalam bentuk digital. Hal ini
tentu saja menjadi pemicu berkembangnya industri
kreatif berbasis digital, seperti desain grafis, animasi,
perfilman, desain
game
, desain aplikasi, periklanan,
fotografi, dan lain sebagainya. Hal ini bisa kita lihat
sebagai peluang besar yang bisa dimanfaatkan mulai
saat ini untuk masa depan. Banyak orang, khususnya
di Indonesia, kurang menyadari peluang ini dan
meremehkan industri kreatif, sehingga potensi karier
di bidang ini dimatikan sendiri oleh anggapan bahwa
dunia kreatif itu tidak memiliki masa depan. Padahal,
hampir semua negara maju memiliki perkembangan
industri kreatif yang pesat. Contohnya Amerika dengan
banyaknya studio film di Hollywood, sperti
Pixar
Animation Studios
,
Walt Disney Animation Studios
,
Universal Animation Studios
,
DreamWork Animation
,
Warner Bros. Animation
,
Marvel Animation
, dan masih
banyak lagi. Kemudian Jepang dengan anime, manga,
dan studio
game
terkenal, seperti
Bandai Namco
,
Square Enix
, dan lain sebagainya. Bahkan, di Inggris
sudah ada
Department of Creative Industries
sebagai
lembaga kementerian yang mengurusi perkembangan
industri kreatif di Inggris. Hal ini seharusnya lebih
membuka mata kita untuk menangkap peluang yang
ada, apalagi sebenarnya Indonesia memiliki sumber
daya manusia yang besar dan berpotensi di bidang
seni, yang apabila didukung dan dikembangkan, pasti
bisa bersaing di dunia global.Selain memaparkan
Career Discovery Journey
with 3dsense Media School Singapore
Yoga Dwi Tarupala
Guru SMA Kristen Petra 1
P
ada 13 September 2017 yang lalu, bekerja sama
dengan pihak Universitas Kristen Petra, PPPK Petra
berkesempatan menerima kunjungan dari dosen dan
beberapa mahasiswa Departemen Sastra Tionghoa dari
National United University
(NUU), Taiwan. Tujuan dari
kunjungan mereka adalah untuk menjalin kerja sama antara
PPPK Petra dan NUU, khususnya yang berhubungan dengan
pengembangan pelajaran bahasa Mandarin. Selain itu, kedua
pihak saling memperkenalkan latar belakang sekolah dan
program-program yang sedang dijalankan.
Setelah mempresentasikan tentang kegiatan-kegiatan
di sekolah masing-masing, kami mengantarkan mereka
ke SMA Kristen Petra 1 yang bertempat di Jalan Lingkar
Dalam Barat, Perumahan Graha Famili. Kedatangan mereka
disambut oleh beberapa siswa SMA Kristen Petra 1, yang
sebagian dari mereka adalah anggota dari
Petra Youth
Orchestra
. Para siswa tersebut memberikan suguhan
alunan musik dan lagu untuk membuka acara. Lalu,
mereka juga mempresentasikan kegiatan-kegiatan
dan prestasi-prestasi yang diraih di sekolah. Selain itu,
hadir pula dua orang alumnus SMA Kristen Petra 1 yang
sedang mengambil kuliah di Taiwan dan Jepang, untuk
memberikan testimoni pengalaman mereka selama
mengambil studi lanjut di luar negeri.
Para dosen dan mahasiswa NUU juga berkesempatan
untuk berkeliling di dalam area sekolah, dipandu oleh
para siswa yang bertugas mengenalkan tentang ruang-
ruang dan kegiatan-kegiatan di sekolah. Acara diakhiri
dengan foto bersama dan pemberian cendera mata, baik
oleh pihak PPPK Petra maupun NUU.
Kunjungan
National United University - Taiwan
gambaran perkembangan industri
kreatif,
3dsense Media School
juga
memperkenalkan kepada kami
tentang program-program desain
terbaru yang luar biasa dengan
beberapa
software
ter-
update
masa
kini. Semua dikemas dalam kegiatan
workshop session
dengan pembicara
profesional di bidangnya.
DAY 1
Pada hari pertama, sesi diawali dengan sambutan
oleh
Deputy CEO 3dsense Media School,
Mr. Justin
Chua, yang dengan bersemangat memaparkan
secara umum gambaran
3dsense Media School
dan
perkembangan karier di dunia industri kreatif. Beliau
menunjukkan keinginan yang besar untuk memajukan
potensi industri kreatif, khususnya di Asia Tenggara.
Pada masa depan, semua hal akan muncul di layar,
sehingga peluang di bidang media digital akan sangat
menjanjikan, hal itu juga yang coba ditawarkan
oleh
3dsense Media School
. Pada sesi berikutnya,
3dsense Media School
mengajak kami mengikuti
workshop
Z-Brush 3D Modelling with Mr. Derrick
“.
Kami diperkenalkan dan diajari oleh Mr. Derrick untuk
menggunakan
software Z-Brush
yang merupakan
software
untuk membuat model 3D secara digital.
Pada
software Z-Brush,
proses
modelling
dibuat mirip
dengan pembuatan patung manual teknik
pinching
,
namun bedanya ini secara digital. Objek 3D dibuat dari
bentuk dasar yang kemudian diedit menjadi bentuk
tertentu, seperti karakter,
armor
, bangunan, dan lain
sebagainya.
Software Z-Brush
mampu menghasilkan
objek 3D dengan kualitas
render high resolution
yang
sangat dibutuhkan dalam media digital seperti
game
,
film, dan desain grafis.
DAY 2
Hari kedua, kami kembali ke area laboratorium untuk
mengikuti
workshop
. Kali ini, kami belajar
motion
graphic
bersama Mr. Martin.
Software
yang digunakan
dalam kegiatan ini adalah
Adobe After Effect
, sebuah
perangkat lunak yang sangat bagus untuk
video
editing
, animasi, dan membuat film. Kami diajari
membuat
motion graphic
singkat oleh Mr. Martin
dengan memperkenalkan beberapa
tool
dan
effect
keren yang tersedia di
workspace Adobe After Effect
,
seperti fasilitas
video tracking
yang memungkinkan
kita untuk memasang objek atau teks pada area
tertentu selama video berjalan dan berpindah. Selain
itu, kami juga diajari bagaimana menganimasikan
karakter di
Adobe After Effect
. Prosesnya lumayan
rumit, namun mengasyikkan. Sesi berikutnya, kami
masuk ke
workshop
Compositing and Special Effect
with Mr. Craig Stevenson
”. Di sini, pengarahnya adalah
Mr. Craig yang pernah terlibat di pembuatan film
Transformer.
Software
yang digunakan di sini sungguh
luar biasa, yaitu “
Nuke
” yang sering digunakan untuk
membuat
special effect
di film-film terbaru masa kini.
Dia sangat interaktif, dan kami di sini langsung praktik
menggunakan
software Nuke
untuk mengubah video
Kota London yang awalnya cerah menjadi suasana
badai. Hasilnya luar biasa,
effect
terlihat nyata dan
video berjalan secara halus.
Day 3
Pada hari terakhir, sesi diawali dengan workshop
Digital Painting with Photoshop
” oleh Mr. Kai Lim. Di
sini, kami melihat demonstrasi bagaimana Mr. Kai Lim
mengerjakan proyek digital
painting
dengan
software
Photoshop
, yang sudah sangat umum digunakan
di dunia desain grafis. Kami diajari mengatur
layer
untuk setiap
effect
agar hasil
digital painting
lebih
rapi dan mudah untuk edit. Setelah itu, acara
berlanjut ke ruang platform untuk diskusi bersama
tentang keseluruhan acara, tanya jawab tentang
perkembangan karier dan industri kreatif. Selain itu,
ada
sharing
dari siswa
3dsense Media School
yang
berasal dari Indonesia untuk memberi gambaran yang
lebih jelas tentang bagaimana proses pembelajaran di
sana. Akhirnya, kegiatan
workshop
pun diakhiri dengan
banyak inspirasi yang kami dapatkan.
Banyak hal yang kami dapatkan dari kegiatan ini,
selain ilmu dan pengetahuan baru. Banyak inspirasi
yang ingin kami sebarkan untuk menunjukkan begitu
banyak peluang besar yang harus kita sadari, terutama
dalam industri kreatif seiring perkembangan teknologi
di dunia global.
16