Page 17 - Gema Petra Edisi 131

Basic HTML Version

P
PPK Petra menjalin kerja sama dengan SARI
Teknologi untuk program pembelajaran robotika
bagi siswa, yang bertujuan untuk menciptakan
generasi yang mampu berinovasi, berkreasi, dan
menjadi mampu dalam menghadapi tantangan akan
datang, khususnya pada era transformasi, komunikasi,
dan teknologi. Sari Teknologi memberikan
support
kepada PPPK Petra berupa persiapan dan pengadaan
alat penunjang pengajaran robot, menyediakan
training
secara intensif, serta menyediakan kurikulum
dan pengembangan robot. Untuk itu, pada tanggal
25‒30 September 2017, bertempat di Kantor
Direktorat Pendidikan, Jalan H.R. Muhammad Kav.
808, Surabaya, sebanyak tiga belas guru dari jenjang
SMP dan SMK
mengikuti program pelatihan robotika dari
Sari Teknologi. Dengan adanya pelatihan ini,
mereka akan memiliki pengetahuan yang cukup
tentang bidang robotika untuk diajarkan kepada para
siswa. Sari Teknologi mengirimkan tujuh orang
trainer
yang memiliki spesialisasi masing-masing, seperti:
mechanical
, desainer robot,
programmer
robot, dan
bagian kurikulum pendidikan robotika.
Peserta pelatihan mendalami pengetahuan tentang
dasar-dasar elektronika, yaitu pengenalan komponen
elektronika yang kerap digunakan pada robot, seperti:
kapasitor, resistor, diode, dan lain-lain. Selain itu, juga
mendalami pemahaman tentang teknik
soldering
dan pengukuran menggunakan multimeter digital.
Khusus untuk robot, peserta mendalami
pengenalan tentang robotika, pengenalan
konstruksi robot, serta pengenalan peranti
arduino
dan pengoperasiannya.
Arduino
adalah pengendali mikro
single-board
yang
bersifat
open-source
, dirancang untuk
memudahkan penggunaan elektronik
dalam berbagai bidang.
Hardware
-nya
memiliki prosesor
Atmel AVR
dan
software
-nya memiliki bahasa
pemrograman sendiri.
Arduino
juga merupakan
platform
hardware
terbuka yang ditujukan
kepada siapa saja yang
ingin membuat purwarupa
peralatan elektronik
interaktif berdasarkan
hardware
dan
software
yang
Pelatihan Robotika
fleksibel dan mudah digunakan. Secara
keseluruhan, robot yang mereka rakit
dalam pelatihan ini, yaitu:
Sumo Robo
,
Firefighting
, dan
Line Tracing
.
Pada hari terakhir, Direktur Eksekutif PPPK Petra, Ir.
Winfrid Prayogi, M.Div., M.Th., beserta kepala sekolah
jenjang SMP, hadir dalam pelatihan untuk meninjau
berlangsungnya kegiatan ini. Bapak Winfrid kembali
mengingatkan kepada seluruh peserta pelatihan
tentang esensi pelatihan dan tujuan yang ingin dicapai
untuk program robotika, serta mendengar kesan dari
peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Pada
hari tersebut, peserta pelatihan dibagi menjadi dua
kelompok. Pada kelompok I, peserta dapat melihat
dan menguji kesesuaian gerak robot dengan kode
perintah pemrograman yang telah mereka tanamkan
pada robot. Mereka antusias untuk memperbaiki
kode perintah pemrograman manakala robot yang
mereka rancang bergerak tak sesuai dengan harapan.
Sedangkan kelompok II, belajar tentang
3D printer
,
membuat objek 3D menggunakan
Google SketchUp
,
sampai proses pencetakan objek pada mesin
3D
printer.
Peserta kelompok ini mengaku puas dengan
hasil cetak
3D printer
saat mereka mendapatkan
apa yang mereka rancang sesuai dengan hasilnya.
Menurut ensiklopedia bebas, Wikipedia (
id.wikipedia.
org
), robot adalah seperangkat alat mekanik yang
bisa melakukan tugas fisik, baik dengan pengawasan
dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program
yang telah didefinisikan terlebih dahulu (kecerdasan
buatan). Istilah robot berawal bahasa Ceko “
robota
yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal
lelah atau bosan.
K
ebersamaan yang menyatukan itu tidak semata-
mata selalu dengan keluarga, suami-istri,
kakak-adik kandung, atau anak dengan orang
tua, tetapi melalui sahabat dan teman, kita juga bisa
merasakan kebersamaan yang menyatukan di dalam
naungan cinta kasih Tuhan. Untuk menutup tahun
ajaran 2016/2017 sekaligus mengawali tahun ajaran
2017/2018, para guru dan karyawan SMP Kristen Petra
1 melaksanakan retret dan rekreasi pada tanggal 16-17
Juni 2017, di Roemah YWI, Batu, Malang. Kegiatan
ini bertemakan “
Big Family of Petra 1 Christian Junior
High School
”. Mengapa kami mengangkat tema
tersebut? Itu karena dengan adanya keluarga, kami
bisa saling memahami, mendukung, dan menguatkan
satu dengan yang lain, khususnya saat kami harus
menghadapi pergumulan dan permasalahan anak didik
kami. Kami saling mendukung untuk mendidik anak-
anak dalam mencapai tujuan dan cita-cita mereka,
serta mewujudkan visi dan misi Petra, yaitu: mengenal
talenta, menumbuhkan, menggunakan, menikmati,
dan menjadi berkat bagi yang lain, dan tentunya untuk
kemuliaan Tuhan.
Hari pertama, kami mulai dengan ibadah bersama
yang dipimpin oleh Bapak Panca. Ayat renungan
diambil dari Yesaya 41:10 yang menceritakan tentang
bagaimana seseorang menjalani kehidupannya saat ini,
apakah akan menyerah dan terus mengkhawatirkan
hal-hal yang belum terjadi di dalam kehidupannya?
Ataukah tetap berpegang kepada Tuhan dengan
mengandalkan-Nya dalam setiap peristiwa dalam
hidupnya? Jika kita mengikutsertakan Tuhan, maka ada
kekuatan, pengharapan, dan kasih yang kita berikan
kepada sesama. Setelah renungan, kami diajak untuk
masuk dalam dinamika kelompok; kami diberikan
permasalahan untuk dipecahkan secara berkelompok.
Kertas, gunting, lem, dan isolasi, tersedia untuk setiap
kelompok. Tugas kami membuat bangunan yang kokoh
dari bahan-bahan tersebut. Tiap-tiap kelompok sangat
bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Simulasi
ini adalah simbol bagaimana kami para guru harus
tegar dan saling membantu, dalam mendidik dan
memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh anak
didik.
Hari kedua, kami diajak berefleksi tentang
pengetahuan kami terkait dengan kitab suci. Ibu Ivana
memimpin ibadah pagi, dan dilanjutkan dengan
games
singkat. Berangkat dari
games
yang dilakukan tersebut,
renungan diambil dari Mazmur 119:44: “Aku hendak
berpegang teguh pada
Taurat-Mu senantiasa,
untuk seterusnya dan
selamanya.” Sebagai
seorang guru, kita
dituntut untuk bisa
menjadi teladan
bagi anak didik kita
melalui sikap hidup
dan tingkah laku kita
yang berpusat pada
Taurat/Firman Tuhan.
Acara selanjutnya
adalah pengumuman
beberapa informasi dan
penguatan dari Ibu Yurui
selaku kepala sekolah,
sebelum kami memasuki
tahun ajaran yang
baru. Kami harus tetap
semangat, memiliki hati
hamba untuk melayani
anak-anak dengan sepenuh hati, dan rela berkorban
demi kemajuan anak didik. Itu adalah kunci utama kita
sebagai seorang pendidik.
Kegiatan ditutup dengan menghabiskan waktu bersama
di Taman Rekreasi Selecta. Adanya kegiatan ini mampu
me-
refresh
otak dan jiwa kami dari kepenatan segala
pekerjaan yang telah kami lakukan selama satu tahun
ajaran. Kami sangat bergembira untuk kesempatan ini.
Kebersamaan dalam retret dan rekreasi membuat kami
semakin menyatu dalam keberagaman. Kebersamaan
yang menyatukan melalui sahabat di dalam naungan
cinta kasih Tuhan.
Kebersamaan yang Menyatukan
17