Page 3 - Gema Petra Edisi 131

Basic HTML Version

TRANS
FORMASI
D
alam suatu
games
, seorang pemimpin meminta
setiap peserta berdiri dengan berpasangan, dan
mengandaikan diri mereka sebagai telur yang
harus berubah bentuk menjadi ayam. Sambil diiringi
lagu, tiap-tiap peserta bersama pasangannya beradu
menang-kalah. Peserta yang menang harus berubah
bentuk menjadi dinosaurus, lalu dinosaurus harus
mencari peserta lain yang juga menjadi dinosaurus.
Selanjutnya, pasangan dinosaurus beradu lagi, dan
yang menang berubah menjadi ayam. Permainan
berjalan terus sampai yang terakhir, ada peserta yang
sudah berubah bentuk menjadi ayam dan ada yang
belum berubah menjadi ayam.
Permainan di atas mengandung pesan, bahwa
kehidupan setiap orang pasti mengalami perubahan,
bahkan harus siap untuk bertransformasi terus
menerus ke arah yang lebih baik menuju ke bentuk
sempurna. Dalam proses bertransformasi, setiap orang
berjumpa dan berinteraksi dengan orang lain yang juga
mengalami transformasi diri menjadi yang seharusnya,
yang baik dan yang berkenan.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di
Korintus dan Akhaya mengungkapkan, bahwa manusia
terpanggil untuk mengalami transformasi menjadi
ciptaan baru di dalam Kristus, karena Kristus datang
ke dalam dunia untuk memperbarui kehidupan
manusia, agar manusia tidak hidup untuk dirinya
sendiri, tetapi untuk Kristus, perhatikan 2 Korintus
2:15. Pada ayat 17 tertulis: “
Jadi siapa yang ada di
dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama
sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah
datang
.” Kehidupan sebagai ciptaan baru adalah
kehidupan manusia yang sudah diperdamaikan
dengan Allah, melalui pengampunan Kristus. Allah
yang telah menganugerahkan kehidupan yang baru
melalui karya Kristus, sehingga manusia mengalami
transformasi menjadi ciptaan baru. Selanjutnya,
keberadaan manusia sebagai ciptaan baru mendorong
manusia untuk terus memperbarui hidupnya, yang
mana manusia perlu berjuang terus melawan dosa dan
selalu mau berubah menjadi yang berkenan bagi Allah.
Dalam bahasa Yunani, kata
neos
artinya baru
berdasarkan waktu, sedangkan
kainos
adalah baru
berdasarkan kualitas. Dalam konteks ini, rasul Paulus
menggunakan istilah ciptaan baru dengan kata
kaine
ktisis
(
kaine
dari kata
kainos
), artinya: orang yang
percaya kepada Kristus telah diubah kualitas hidupnya
menjadi ciptaan baru yang tidak lagi hidup di bawah
kuasa dosa, tetapi hidup kudus, menjadi ciptaan
yang serupa dengan Allah, hidup menurut ukuran
Kristus, yang memperbarui hidupnya. Menjadi ciptaan
baru berarti terus-menerus mau diperbarui hati,
pikiran, sikap, dan tindakannya ke arah Kristus, atau
menjadi serupa dengan Kristus dalam segala aspek
kehidupannya.
Menjadi ciptaan baru bukan berarti terpisah dari
dunia, melainkan manusia yang tetap hidup di
tengah hiruk pikuk dunia dengan sikap hidup yang
baru menjadi seperti Kristus. Setiap orang yang
mau berubah kualitas hidupnya, menjadi lebih baik
dan hidup kudus, maka ia harus rela diubahkan
oleh Tuhan agar ia hidup dalam damai sejahtera,
mengalami anugerah pendamaian-Nya dan
pembaruan hidup. Kesadaran dan pengalaman iman
inilah yang terus berproses dalam hidup orang yang
percaya Kristus, sebagai ciptaan baru yang terus
mengalami pembaruan untuk hidup kudus di tengah
lingkungannya.
Kehadiran kita di PPPK Petra tentu bukan hanya
mengupayakan adanya tranformasi aspek intelektual
saja, melainkan secara intens kita mau mengalami dan
mengupayakan terjadinya transformasi kehidupan
seutuhnya. Kehidupan spiritual sebagai pribadi dalam
komunitas menjadi yang esensial dalam pengalaman
hidup untuk mengalami perubahan menjadi lebih baik
dan menjadi berkat bagi orang lain, bahkan anak-anak
didik kita. Kita perlu mengalami perubahan hidup
menjadi orang-orang yang
percaya kepada Kristus, dan
yang hidup di dalam Kristus
menjadi ciptaan baru, yang
secara intens terus bertumbuh
dalam pengenalan kita akan
Kristus, dan dalam segala aspek
menjadi serupa dengan Kristus.
Dalam komunitas, kita berjumpa, berelasi,
serta berinteraksi dengan rekan-rekan kita,
dan kita semua perlu mengalami transformasi
menjadi ciptaan baru dalam Kristus, sekalipun
pada kenyataannya tidak selalu tercipta dan
berlangsung indah, bahkan dalam banyak hal
masih diwarnai masalah, tantangan, dan risiko
dalam menghadapi perbedaan pemahaman,
sudut pandang, sikap, dan perilaku, yang
terkadang sering membuat kita mengalami
kesulitan, merasa cemas, serta nyaris putus
asa. Di tengah tantangan tersebut, tentu kita tidak
berpangku tangan dan tidak boleh mengeraskan
diri, tetapi kita harus tetap menyambut anugerah
Allah yang menjadikan kita sebagai ciptaan baru di
dalam Kristus. Kita terpanggil untuk dengan tulus
mengingatkan serta mengulurkan tangan bagi rekan-
rekan kita, dan dengan segala kerendahan hati kita
pun mau terbuka terhadap proses perubahan orang-
orang di sekitar kita. Kita pun perlu terbuka untuk
menerima pengaruh yang baik, bersedia diarahkan,
menerima masukan, serta membebaskan diri dari
kepentingan pribadi dan ukuran diri sendiri, membuka
kesempatan untuk selalu menjadi ciptaan baru untuk
memperhatikan kepentingan Kristus. Tantangan dan
perbedaan dalam komunitas adalah warna-warni
perjuangan setiap pribadi untuk mengalami perubahan
dan pembaruan hidup menjadi ciptaan baru di dalam
Kristus. Kita perlu terus berjuang untuk hidup sebagai
ciptaan baru di dalam Kristus.
Mari kita memulai hidup bersama Kristus, menjadi
ciptaan baru di dalam Kristus, hidup bersama
komunitas dan bersama Kristus, dan terus-menerus
memperbarui hidup menuju serupa dengan Kristus,
serta hidup menjadi berkat bagi kemuliaan Kristus.
Amin. Tuhan memberkati...!
Yosua Reza Aji, S.Si.Teol.
Staf PAK Kantor Sekretariat PPPK Petra
REFLEKSI
“Without change
there is no innovation,
creativity, or incentive for
improvement.
Those who initiate
change will have a better
opportunity to manage
the change that is
inevitable.”
William Pollard
3