Page 5 - Gema Petra Edisi 131

Basic HTML Version

B
ulan Juli 2017 lalu, PPPK Petra mendapatkan
kesempatan untuk mengikuti
conference
pembelajaran di
Cambridge University - England,
U.K.,
yang bertema “
Better Learning Conference
”. PPPK
Petra mengirimkan salah satu staf untuk mengikuti
conference
tersebut melalui undangan yang diberikan
oleh perwakilan
Cambridge University Press
di
Indonesia, sehubungan dengan penerapan standar
CELA (
Cambridge English Language Assessment
) dalam
pembelajaran bahasa Inggris di sekolah PPPK Petra.
Conference
tersebut diikuti oleh lebih dari dua ratus
peserta dari sekitar 25 negara yang menerapkan
standar CELA di lembaga pendidikan di negara mereka
masing-masing. Peserta umumnya dari kalangan
dunia pendidikan tingkat dasar, menengah, tinggi,
dan praktisi. Dari Indonesia, diwakili oleh satu orang
peserta dari PPPK Petra, dari Malaysia satu orang,
Thailand dua orang, Vietnam satu orang, Saudi
Arabia tiga orang, India tiga orang, Hong Kong satu
orang, Jepang dua orang, China sekitar sepuluh orang
delegasi, sisanya peserta dari negara-negara Eropa,
Amerika (Utara, Tengah, Selatan, Latin), dan Rusia.
Conference
yang berlangsung di
Churchill College
,
salah satu
college
yang ada di
Cambridge University
,
berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal
3‒5 Juli 2017. Seluruh peserta dari berbagai negara
hadir satu hari sebelumnya, dan mereka semua
tinggal di
Moller Centre
, hotel milik
Cambridge
University
yang berlokasi di
Churchill College
.
Churchill
College
didirikan oleh Sir Winston Churchill, Perdana
Menteri Inggris semasa Perang Dunia II, dan Isaac
Newton, salah satu tokoh Fisika yang terkenal adalah
mahasiswa dari
Cambridge University
pada masanya.
Cambridge University
itu sendiri didirikan pada tahun
1209 oleh King Henry III, dan saat ini memiliki 31
college
(fakultas) dengan lebih dari seratus
department
(jurusan). Keindahan lingkungan dan arsitektur gedung
dari kampus yang berusia lebih dari delapan ratus
tahun tersebut begitu memesona banyak orang dari
berbagai tempat.
Conference
dimulai dengan
ice breaking
untuk saling
mengenal peserta-peserta lain dari berbagai negara
yang berbeda sebanyak mungkin. Dengan demikian,
peserta dapat saling mengenal satu sama yang
lain sebelum memasuki sesi-sesi dalam rangkaian
conference
selama tiga hari berikutnya. Hari pertama
dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama tentang
leadership
yaitu “
Managing a High Performing Team
yang menekankan pentingnya untuk membangun
kebiasaan kunci yang memungkinkan terjadinya
budaya yang kuat untuk hasil pencapaian yang
outstanding
sepanjang waktu, karena
leadership
adalah bagaimana seorang
leader
membawa,
mengarahkan, dan memengaruhi seluruh anggota
tim untuk berpikir, bertindak, dan bersikap, seperti
teladan sang
leader
untuk mencapai tujuan bersama.
Sementara bagian kedua adalah “
Developing Teachers
for Stronger Results
” yang menekankan pentingnya
keterkaitan erat antara kepemimpinan sekolah,
pengembangan profesional guru, dan hasil belajar
siswa, yang mana pengembangan profesional guru
(
teachers professional development
) melalui program
pelatihan terencana adalah sentralnya.
Sesi
conference
hari pertama berakhir pada pukul
18.00 waktu setempat, dan dilanjutkan acara
networking
hingga pukul 22.00. Acara
networking
tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga tiap
peserta dapat mengenal lebih dekat dan membangun
link and networking
dengan peserta lain untuk
berbagai kemungkinan kerja sama antarinstitusi
pada masa mendatang. Satu kesempatan yang baik
untuk membangun
link
kerja sama antarinstitusi dari
berbagai negara.
Hari kedua terbagi menjadi dua bagian. Bagian
pertama adalah “
Research in Action
”. Dalam
bagian ini, seluruh peserta bekerja dalam grup
untuk mengeksplor berbagai hal yang menunjang
keberhasilan belajar siswa secara optimal, meliputi
bagaimana membuat para pembelajar menyadari
progres belajar mereka, bagaimana membuat ukuran
keberhasilan dan instrumen yang dipakainya. Hasil
Reaserch in Action
” ini memberikan masukan dan
rekomendasi bagi pihak Cambridge untuk mengetahui
bagaimana mengembangkan
tool
dan
parameter
yang
dapat dijadikan ukuran hasil
yang optimal dalam proses
pembelajaran.
Bagian kedua adalah “
A
New Perspective: Virtual
Reality and Transmedia
Spherical Video in Teacher
Training and Professional
Development
”. Bagian
ini disampaikan dengan
sangat menarik karena
tentang teknologi yang
baru berkembang, yang
dapat dimanfaatkan dalam
program pengembangan
profesional guru, yang pada
akhirnya akan berdampak
pada pembelajaran di
sekolah. Disampaikan
sebuah ide bagaimana
Better Learning Conference
@ Cambridge - England
membuat video dengan kamera 360 derajat atau yang
disebut dengan
spherical video
dan diberikan salah
satu contoh materi pembelajaran siswa dalam bentuk
virtual reality
.
Virtual reality
adalah tampilan video
tiga dimensi, yang jika kita lihat seolah-olah kita berada
pada kondisi sebenarnya (
real
) yang sejatinya adalah
virtual. Dalam bagian ini, juga ditekankan pentingnya
model pembelajaran “
Blended Learning
” untuk hasil
belajar siswa yang lebih optimal pada zaman ini.
Blended learning
yang dimaksud di sini adalah model
pembelajaran yang menggabungkan antara tatap
muka di kelas dan pembelajaran secara
online
, yang
memungkinkan siswa punya keleluasaan belajar sesuai
dengan kebutuhan mereka. Pada akhir
conference
hari kedua ini, semua peserta diajak untuk
virtual tour
keliling
Cambridge University
dengan menggunakan
alat khusus (
VR glasses
) untuk menikmati keindahan
kampus
Cambridge University
secara virtual.
Conference
pada hari terakhir adalah “
Making Sense
of Life Skills: The Cambridge Framework for Life Skills
in Education
”, yang mengajak peserta untuk menyadari
pentingnya memperlengkapi siswa dengan
skill
yang
diperlukan untuk masa depan, yang meliputi dua hal,
yaitu
Thinking and Learning Skills
dan
Social Skills
.
Thinking and Learning Skills
meliputi
creativity and
innovation
,
critical thinking
,
problem solving
,
decision
making
,
ICT literacy
,
learning to learn
,
efficacy
,
dan
study skill
. Sementara
Social Skills
meliputi
communication
,
collaboration
,
emotional skills
,
social
responsibility and global competencies
. Berikut ini
kerangka lengkapnya, yang segera diluncurkan oleh
pihak Cambridge:
Endra Kriswanto
Kapuslitbang Pendidikan PPPK Petra
5