Page 8 - Gema Petra Edisi 131

Basic HTML Version

Pengarang
: Sujoko Efferin (Universitas Surabaya)
Penerbit : Yayasan Rumah Peneleh, Jakarta
Halaman : xiii + 185 halaman
Cetakan : Pertama
Tahun : 2016
Peresensi
: Alex Kurniawan
A flower is made of non flower elements.
(Thich Nhat Hanh)
B
uku ini diawali dengan pembahasan tentang ilusi
sang ego, tentang spiritualitas sebagai alternatif
dari maraknya paham materialisme. Dalam
bagian ini, penulis memaparkan tentang bagaimana
ego dan konsep yang tercipta dari kelekatan atas ego
tersebut. Manusia hidup dalam lautan konsep dan
label yang ia ciptakan sendiri. Saat ia terlalu melekati
konsep tersebut, maka ia menjadikan konsep dan
label tersebut sebagai egonya. Sementara itu di dalam
bisnis, ada dua hukum yang berlaku, yang pertama
hukum kesalingterkaitan dan yang kedua adalah
hukum perubahan yang terus-menerus. Hukum-hukum
tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan yang sejati
adalah melalui
melepas
dan
berbagi
. Pada bagian ini,
penulis memperkenalkan apa yang disebut dengan
konsep organisasi materialistis dan spiritual. Dikatakan
bahwa materialisme ibarat memberikan air garam
kepada orang yang kehausan, sedangkan spiritualitas
menumbuhkembangkan welas asih, kesadaran penuh
(
mindfulness
), aktivitas bermakna mendalam, dan
transcendency
pada anggotanya.
Pembahasan dilanjutkan dengan bagaimana
mengenali penderitaan di sekitar kita. Penderitaan
yang mendorong timbulnya delapan
millennium
development goals
, yang dikembangkan oleh
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terdiri atas delapan
hal, yaitu kemiskinan dan kelaparan, pendidikan
dasar yang kurang memadai, ketidaksetaraan gender
dan pemberdayaan
perempuan, kematian
pada balita, buruknya
kesehatan
maternal
,
berkembangnya
penyakit, problem
yang berkaitan
dengan lingkungan
hidup, dan perlunya
kemitraan global
dalam pembangunan.
Pada bagian
berikutnya, penulis
mengembangkan
sepuluh prinsip yang
terbagi dalam empat
bagian besar, yaitu
membangun budaya
organisasi, sistem
perolehan input,
sistem penciptaan
output
, dan sistem
komunikasi pasar
dan penjualan. Prinsip-prinsip tersebut dikembangkan
dengan penuh spiritualitas, yang merupakan sebuah
kebenaran dari sisi yang lain dari sistem pengendalian
manajemen. Buku ini ditutup dengan konklusi,
melampaui sang ego. Dalam bagian ini dipaparkan
tentang kebahagiaan semua versus kebahagiaan sejati
dan bagaimana membangun perusahaan abad ke-21.
Sujoko Efferin adalah Direktur Kerja Sama
Kelembagaan Universitas Surabaya, sekaligus dosen,
dan praktisi sistem pengendalian manajemen.
Beliau adalah alumnus dari SMA Kristen Petra 2.
Setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas
Surabaya, beliau meraih gelar
Master
of Commerce
dan
Master of Commerce
(Hons.)
dari
University of Wollongong
,
Australia. Kemudian, beliau melanjutkan
studi dan meraih gelar
Master of Arts
dan
Philosophy Doctor
dari
University of
Manchester
, Inggris.
Buku ini menawarkan sebuah alternatif
sistem pengendalian manajemen, yaitu
yang berbasis spiritualitas. Seperti yang
kita ketahui, spiritualitas merupakan
local
wisdom
yang diyakini benar, terutama
oleh bangsa-bangsa di belahan bumi
bagian timur. Buku ini memberikan wacana
pemikiran yang hangat, yang merengkuh
kemanusiaan, karena memadukan begitu
banyak kebenaran, bukan melulu suatu
kebenaran yang dilihat secara sempit dari
sudut pandang tertentu. Tentu layak buku
ini disebut sebagai karya kemanusiaan yang
memberikan warna pada perkembangan
sistem pengendalian manajemen.
Buku ini layak dibaca dan dapat dijadikan sebagai
referensi bagi praktisi yang ingin mendapatkan nilai
lebih dalam hidupnya, sekaligus sebagai referensi
bagi mahasiswa S1, S2, dan S3, yang menekuni sistem
pengendalian manajemen.
Spiritualitas:
Resolusi Sistem Pengendalian Manajemen Modern
P
ada bulan Oktober 2017 yang lalu, PPPK Petra
mendapatkan berkat berupa hibah dari KANI
(
Korean Association of Network Industries
),
sebuah perusahaan nonprofit yang berada di bawah
koordinasi Pemerintah Korea, untuk penyelenggaraan
pembelajaran bahasa dan budaya Korea di PPPK
Petra. Bantuan ini diberikan sebagai bagian wujud
nyata dari kerja sama PPPK Petra dengan Universitas
Kristen Petra yang diberikan langsung oleh KANI, yang
merupakan
link
dengan Universitas Kristen Petra.
Bantuan yang diberikan adalah peralatan satu kelas
lengkap, berupa dua puluh set komputer, dua puluh
meja dan kursi siswa, papan elektronik, LCD
projector
,
TV, beserta antena yang dipasang secara khusus
sebagai infrastruktur jaringan internet berkecepatan
Hibah dari Korean Association of Network Industries
untuk Pembelajaran Bahasa dan Budaya Korea di PPPK Petra
P
ada hari Senin, tanggal 6 Maret 2017, pukul 10.00,
bertempat di Ruang Rapat Kantor Sekretariat
PPPK Petra Direktorat Penunjang Pendidikan, Jalan
Raya Kertajaya Indah Blok H No. 114‒115, Surabaya,
Pertemuan
Para Pensiunan Dana Pensiun PPPK Petra
telah dilangsungkan acara Pertemuan Para Pensiunan
Dana Pensiun PPPK Petra. Pertemuan ini adalah ajang
untuk menyampaikan informasi tentang organisasi dan
perkembangan Dana Pensiun PPPK Petra kepada Pendiri
dan kepada Peserta, sekaligus memberikan kesempatan
kepada para Peserta yang ingin memberikan saran dan
pendapat tentang investasi Dana Pensiun.
Acara ini dihadiri oleh Dewan Pengurus PPPK Petra
selaku Pendiri Dana Pensiun PPPK Petra, yang terdiri
atas Dr. Ir. Januar Heryanto, M.S., M.B.A., selaku Ketua
I Dewan Pengurus, Ir. Widodo Adipranoto, selaku
Ketua III Dewan Pengurus, dan Ir. Januar Budiman,
M.S., Ph.D., selaku Bendahara II Dewan Pengurus PPPK
Petra. Dewan Pengawas yang hadir terdiri atas Bapak
Erik Ermawan Prasetyo, S.H. dan Dra. Tjhoa Hwa Njo.
Seluruh Pengurus Dana Pensiun hadir dalam acara
tersebut.
tinggi. Bantuan perangkat tersebut diberikan di SMA
Kristen Petra 4, Sidoarjo.
Tujuan bantuan tersebut adalah untuk pengenalan
bahasa dan budaya Korea di kalangan siswa usia
jenjang SMA. Kegiatan pengenalan bahasa dan
budaya Korea di SMA Kristen Petra 4 ini akan
berlangsung mulai pada bulan November 2017.
Pekerjaan penyiapan ruangan dan berbagai perangkat
pendukungnya, selesai dikerjakan pada bulan Oktober
2017, sekaligus uji coba kegiatan tersebut yang
langsung bisa diikuti baik oleh para siswa dari Korea
maupun Universitas Kristen Petra. Dengan adanya
kegiatan ini, para siswa dapat belajar untuk mengenal
bahasa dan budaya Korea.
Acara diawali dengan renungan yang dibawakan oleh
Pdt. Slamet dari GPIBBahteraHayat. IbuRetno Iswandari
Hardjito dan Ibu Emiatin mengajak para peserta memuji
Tuhan bersama-sama. Dalam renungannya, Pdt.
Slamet mengajak seluruh peserta memahami makna
kebersamaan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan
sambutan dari Ibu Ariany yang juga memperkenalkan
Pendiri, Dewan Pengawas, dan Pengurus Dana Pensiun
PPPK Petra kepada para peserta.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian informasi
oleh Drs. Soetopo dan Bapak Alex Kurniawan, S.E.,
M.Ak. selaku Kepala Kantor dan Asisten Pengurus
Dana Pensiun PPPK Petra, yang diakhiri dengan sesi
penyampaian saran dan pendapat tentang investasi
Dana Pensiun PPPK Petra. Acara ditutup pada pukul
11.30,dengan doa dari Pdt. Slamet dan diakhiri dengan
makan bersama.
8