Page 9 - Gema Petra Edisi 131

Basic HTML Version

PELAKSANAAN
FLIPPED CLASSROOM &
LEARNING MANAGEMENT SYSTEM
S
elama satu tahun ajaran 2016/2017, pembuatan
video
flipped classroom
oleh para guru yang
tergabung dalam program
Flipped Classroom
telah menghasilkan sejumlah karya. Untuk kelas V
SD, ada video
flipped classroom
untuk mata pelajaran
IPA, IPS, Penjas, dan Matematika. Sedangkan untuk
kelas VIII SMP, ada video
flipped classroom
untuk mata
pelajaran Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, Geografi,
Matematika, dan Penjas. Pada semester genap tahun
ajaran 2016/2017, sebagian besar video —yang
peruntukkannya untuk semester genap— telah
dicoba untuk digunakan oleh para siswa. Video untuk
para siswa SD dibagikan melalui
flashdisk
dan CD,
sedangkan video untuk para siswa SMP dibagikan
melalui
flashdisk
atau
google drive
.
Hasil video
flipped classroom
yang sudah
didistribusikan kepada siswa, yaitu:
Jenjang SD
Mata Pelajaran Jumlah Video
IPA
11
IPS
16
Matematika
24
Penjas
9
TOTAL
60
Jenjang SMP
Mata Pelajaran
Jumlah Video
Bahasa Inggris
13
Biologi
14
Fisika
15
Geografi
16
Matematika
27
Penjas
15
TOTAL
100
Proses implementasi penggunaan video dalam metode
flipped classroom
memang tidak terlepas dari kendala,
terutama belum terbiasanya para siswa (khususnya
jenjang SMP) untuk menerima distribusi video melalui
google drive
. Hal ini memang membutuhkan perhatian
dari para guru untuk memikirkan langkah-langkah yang
diperlukan untuk mengatasinya.
Dan bukan kebetulan, pada
tanggal 16 Agustus 2017,
salah satu anggota Dewan
Pengurus PPPK Petra, yaitu
Bapak Takim Andriono, Ph.D.,
membagikan pengalaman
beliau dalam penggunakan
Learning Management
System
(LMS) untuk metode
pembelajaran yang menjadikan
model video
flipped classroom
sebagai salah satu
tool
-nya. Di
hadapan lima puluh peserta
perwakilan sekolah SD, SMP,
dan SMA PPPK Petra, beliau
mengenalkan metode
blended
learning
, yaitu metode pembelajaran
yang mengombinasikan model
online
dan tatap muka di kelas. Di sinilah letak
kebutuhan akan sebuah LMS untuk
desain pembelajaran (di dalamnya
ada video
flipped classroom
) dan
budaya kemandirian belajar siswa.
Dalam memaparkan pentingnya
penggunaan LMS yang menyertai video
flipped classroom
, beliau tidak hanya
memberikan pengetahuan, tetapi juga
mengajak para peserta untuk mulai
menggunakan salah satu LMS, yaitu
schoology
. Sebelum waktu pertemuan
pada tanggal 16 Agustus 2017
berlangsung, para peserta harus sudah
masuk dalam komunitas belajar melalui
schoology
.
Para peserta terlibat dalam diskusi dan mendapatkan
materi, baik berupa video
flipped classroom
maupun
handout
materi. Bagi sebagian besar peserta, hal ini
adalah pengalaman baru untuk memanfaatkan LMS
sebagai metode untuk pembelajaran mandiri. Selain
LMS
schoology
, beliau juga menggenalkan LMS lain,
yaitu
google classroom
dan beberapa
apps
pendukung
yang dapat membantu para guru dalam penggunaan
video
flipped classroom
yang sudah dibuat sebagai
tools
dalam mengajar. Beberapa di antaranya bisa
diakses melalui situs
www.diigo.com
dan
www.quizlet.
com
. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa video
flipped classroom
tidaklah harus diproduksi sendiri,
sebab ada banyak yang sudah tersedia dan bisa pula
menggunakan audio
PowerPoint
, tentu saja hal ini
tetap harus disesuaikan dengan kondisi siswa dalam
lingkungan belajar di PPPK Petra.
Oleh sebab itu, video
flipped classroom
yang sudah
dibuat oleh guru, tidak hanya berdiri sendiri berupa
video pembelajaran, tetapi disertai pertanyaan-
pertanyaan untuk mengukur sejauh mana
pemahaman siswa akan materi dalam video tersebut,
dan hal itu bisa berupa diskusi atau evaluasi
online
sebelum pertemuan di ruang kelas. Kegiatan di dalam
kelas, selain me-
review
pemahaman siswa akan suatu
materi, juga ditekankan pada kemampuan siswa
untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan
sesuatu. Kemampuan inilah yang seharusnya dibangun
bagi para siswa dalam pembelajaran di kelas.
Demikian pula dalam proses evaluasi pembelajaran,
tidak lagi ditekankan hanya untuk mengetahui sejauh
mana keberhasilan belajar siswa, tetapi juga untuk
mengetahui keberhasilan proses belajar mengajar
yang dilakukan oleh guru. Sehingga, perlu dipikirkan
Yakub Saputra
Staf Puslitbang PPPK Petra
Beberapa siswa dan guru mengungkapkan testimoni
tentang penggunaan video
flipped classroom
dalam
proses pembelajaran yang mereka sudah lakukan.
Berikut inti testimoni mereka:
Alfonso Noel Nathan Kusuma
(siswa SD Kristen Petra 1)
Video
flipped
sangat membantu dia untuk belajar akan
materi pelajaran yang ada dalam video. Untuk mata
pelajaran yang sulit, dia dapat belajar berulang kali
menonton tayangan videonya sampai benar-benar
memahami materi, sehingga saat ulangan dia bisa
memperoleh nilai yang baik.
Aurelia Gunawan (siswa SMP Kristen Petra 2)
Salah satu manfaat adanya video
flipped
yang dia
rasakan adalah video tentang pelaksanaan praktikum,
karena dengan terlebih dahulu melihat video —
sebelum pelaksanaan praktikum— membuat dia lebih
siap dalam melakukan percobaan selama praktikum.
Abia Sartini, S.Pd. (guru SD Kristen Petra 12)
Merasakan manfaat adanya video
flipped
dengan
adanya peningkatan prestasi siswa, karena siswa
bisa memutar kembali video
flipped
-nya jika belum
memahami materi di kelas.
Dra. Cicik Rahayu (guru SMP Kristen Petra 5)
Manfaat video
flipped
bagi siswa, khususnya dalam
pelajaran Matematika yang diampunya, para siswa
dapat mempelajari terlebih dahulu materi sebelum
proses kegiatan belajar di kelas berlangsung. Modal
pengetahuan mengenai materi yang sudah dimiliki
oleh siswa sangat bermanfaat selama proses belajar di
ruang kelas, sebab guru tinggal memperjelas bagian-
bagian yang sangat perlu serta memperdalam materi
tersebut. Hal inilah yang membuat kegiatan belajar
mengajar menjadi lebih efektif dan efisien. Namun
masih ada kendala yang dirasakan, khususnya untuk
jenjang SMP, yaitu:
- pembuatan video yang belum terstandar dengan
baik dalam hal suara dan gambar.
- sebagian siswa belum terbiasa untuk menerima
distribusi video melalui
google drive
dalam akun
e-mail
@siswa.pppkpetra.or.id.
dengan baik
dalam setiap pembuatan evaluasi, baik tes
formative
maupun
summative
. Hal inilah yang perlu segera
ditindaklanjuti untuk memikirkan desain belajar
mengajar di lingkungan sekolah PPPK Petra, dengan
memanfaatkan video yang sudah ada dan materi-
materi pendukung yang sudah banyak tersedia.
9