Page 3 - Sinergi Desember 2018
P. 3

REFLEKSI












                                                                        Di mana Hartamu Berada,



                                                                                      di Situ Hatimu Berada








                                                                                                                                      Kristian Budi Kusuma, S.Si.Teol.
                                                                                                                                      Staf PAK PPPK Petra


























        Tentang Nilai (Hidup)                  “Satu hal lagi yang engkau perlukan.   Kristen kita perlu merenungkan hal ini:   Mengenal Nilai Hidupku
             etika sampai di Kapernaum,        Pergilah jual semua milikmu, berikanlah   apakah nilai hidupku telah sesuai dengan   Keluarga merupakan lingkungan
             Tuhan Yesus bertanya kepada       uangnya kepada orang miskin, dan       nilai hidup warga Kerajaan Allah? Ini   terkecil bagi seseorang untuk mulai
       Kmurid-murid-Nya: “Apa yang             engkau akan mendapatkan harta di       akan kita bahas nanti.                 mengenal dan membangun nilai-nilai
        kamu perbincangkan tadi di tengah      sorga. Kemudian datanglah kemari dan                                          hidup bagi dirinya sendiri. Oleh karena
        jalan?” Mereka mendengar, tetapi       ikutlah Aku.”                          Nilai hidup yang digenggam oleh setiap   itu, dari keluargalah seseorang dapat
        diam tidak menjawab pertanyaan                                                orang, baik secara sadar maupun tidak   mulai mempelajari nilai atau apa yang
        Tuhan Yesus. Mungkin mereka malu       Dari dua kisah di atas, kita dapat melihat   sadar, merupakan penentu pilihan-  berharga dalam hidupnya, dan  mengapa
        karena di tengah jalan bertengkar      ada nilai-nilai hidup, baik dalam diri   pilihan dan langkah hidup yang akan   ia menggenggam nilai-nilai itu (Taylor,
        mengenai siapa yang terbesar di antara   murid-murid Tuhan Yesus maupun       dibuatnya, baik tentang pasangan hidup,   2012). Melalui orang tua dan pola asuh
        mereka. Tampaknya pembahasan para      seorang kaya yang datang kepada Yesus.   pekerjaan, maupun menu makanan,      yang mereka lakukan, kita dibentuk, dan
        murid itu begitu menarik dan penting   Di antara para murid, kita melihat nilai   dan lain sebagainya. Singkatnya,   dari sana kita dapat mengetahui nilai-
        hingga menimbulkan pertengkaran.       hidup yang mereka genggam, yaitu       pilihan hidup manusia lebih ditentukan   nilai apa yang ditekankan oleh mereka
        Buat apa sampai bertengkar kalau       menjadi yang terbesar atau menjadi     oleh nilai hidup seseorang daripada    saat mengasuh kita. Apakah mereka
        pembicaraan itu tidak penting? Hal     yang terbaik. Nilai itu mewujud        pengetahuannya. Sayangnya tidak setiap   menanamkan  pendidikan, penampilan,
        yang membuat seseorang marah atau      dalam hidup mereka, perkataan          orang benar-benar mengenal nilai hidup   kemandirian, dan kekayaan, sebagai nilai
        menjadi tersinggung, tentulah hal itu   dan tindakannya berisi sikap saling   yang ada dalam dirinya sendiri, sehingga   yang berharga dalam hidup kita atau
        begitu penting baginya. Mungkin hal itu   mengalahkan, sekalipun mereka adalah   dapat menentukan pilihan-pilihan hidup   nilai lain.
        berkaitan dengan kehormatan, harga     kawan sepelayanan.                     dengan lebih terang.
        diri, kebanggaan, atau gengsi seorang                                                                                Ada beberapa pertanyaan yang dapat
        manusia.                               Melalui sikap                                              Ada orang yang     membantu seseorang mengidentifikasi
                                               seorang kaya      “If you want to know                     secara tidak sadar,   nilai hidupnya, misalnya: Apa yang
        Mengetahui peristiwa tersebut, Tuhan   yang datang       what God thinks of                       nilai hidupnya     membuat orang tua menghargai
        Yesus duduk dan memanggil murid-       kepada Tuhan                                               merupakan          anaknya? Mungkin ada orang tua
        murid-Nya. Ia lalu menempatkan         Yesus, kita dapat   money, just look at the                warisan dari orang   yang begitu menghargai anaknya saat
        seorang anak kecil di samping-Nya dan   melihat nilai                                             tua dan budaya.    mendapat nilai pelajaran tertinggi
        berkata kepada mereka: “Barang siapa   hidup yang ia     people He gave it to.”                   Nilai itu diwariskan   di kelas, saat memenangkan lomba
        menyambut anak ini dalam nama-Ku,      pegang, yaitu                                              melalui pola       olahraga, atau saat mengalami
        ia menyambut Aku; dan barang siapa     mementingkan                               Dorothy Parker  asuh, komunikasi,   progres pencapaian  hasil belajar.
        menyambut Aku, ia menyambut Dia,       diri sendiri dan                                           serta harapan      Apa yang membuat orang tua
        yang mengutus Aku. Karena yang terkecil   ingin memiliki                                          atau keinginan-    menghukum anaknya? Pertanyaan
        di antara kamu sekalian, dialah yang   apa saja, termasuk hidup yang kekal.   keinginan orang tua dan budayanya.     dapat dikembangkan secara mendalam
        terbesar.” (baca kisahnya dalam Lukas   Nilai yang ia pegang itu melahirkan   Ada juga yang secara sadar menentukan   untuk melihat nilai apa yang orang
        9: 46-48)                              kata-kata, perbuatan-perbuatan dan     sendiri nilai hidupnya, berdasarkan    tua tekankan dalam pola asuh mereka
                                               menggerakkan hidupnya untuk memiliki   pemaknaan peristiwa dan pengalaman     terhadap anak-anaknya.
        Dalam kisah lain (Markus 10: 17-22),   segala kekayaan.                       hidup yang ia jalani. Mengetahui nilai
        saat Tuhan Yesus akan meneruskan                                              hidup yang ada dalam diri sendiri      Setelah mengenal dan menemukan nilai
        perjalanan, datanglah seseorang        Setiap orang memiliki nilai hidupnya   merupakan bagian penting dari          yang ada dalam kehidupan pola asuh
        berlari-lari kepada-Nya lalu bertelut   sendiri, ia dapat menentukan apa      perjalanan hidup manusia, sehingga ia   keluarga, sekarang tinggal mencocokkan
        di hadapan-Nya dan bertanya: “Guru     yang bernilai bagi dirinya sendiri.  Bagi   dapat menjalani panggilan hidupnya,   apakah nilai itu sesuai dengan yang
        yang baik, apa yang harus kuperbuat    beberapa orang, menjadi yang terbesar,   dan pada akhirnya akan berjumpa      ada pada diri sendiri saat ini. Jika
        untuk mendapatkan hidup yang kekal?”   kaya, dan memiiliki segala sesuatu,    dengan kebahagiaan serta kedamaian.    tidak, penelusuran ke lingkup yang
        Mungkin orang itu merasa ada yang      adalah nilai yang berharga, sehingga nilai  Namun, tidak cukup mudah untuk    lebih luas baru dimulai, seperti lingkup
        kurang dalam hidupnya, sehingga        itu ia genggam dan menjadi motivasi    sampai pada pengenalan akan nilai-     pertemanan atau lingkungan tempat
        pikirnya: Perintah Allah sudah kulakukan   hidupnya. Mungkin di antara kita ada   nilai hidup dalam diri sendiri. Kita perlu   tinggal, misalnya melalui kegiatan yang
        sejak masih muda, lalu apalagi yang    yang tidak setuju, tetapi kita tidak dapat   menguliti kepentingan-kepentingan diri,   paling sering dilakukan, topik bahasan
        harus kulakukan untuk mendapatkan      memaksakan dan menyalahkan nilai       kesenangan, dan luka, untuk benar-     yang sering dibicarakan, dan lain-lain.
        hidup yang kekal? Lalu dalam           hidup seseorang hanya karena berbeda   benar mengerti apa yang berharga dan
        percakapan itu, Tuhan Yesus menjawab:   dari kita. Hanya saja, sebagai orang   bernilai itu.                         Dalam Lukas 12: 22-34, kita dapat



                                                                                                                                                            3
   1   2   3   4   5   6   7   8